Begini Cara Google dan Facebook Mengecek "Berita Palsu"
- Berita,
Facebook,
Google,
Google News
Banyaknya "fake news" akhir-akhir ini, tidak membuat perusahaan raksasa Search Engine dan Sosial Media yaitu Google dan Facebook tinggal diam.
Hal ini dibuktikan dengan adanya pengumuman mengenai trik terbarunya dalam memerangi atau melawan banyaknya berita palsu yang beredar di dunia maya, umumnya di Google Search dan Sosial Media termasuk Facebook.
Pada hari ini, Google tengah membuat sebuah penanda tertentu yang diberi nama "Fact Check" dan tersedia di laman Google News yang tidak hanya di negara U.S saja tapi untuk semua bahasa termasuk Indonesia tentunya.
Penanda berita palsu oleh Google ini akan otomatis mengenali mana artikel yang menyediakan konten valid yang akan dicek langsung oleh pembuat berita dan organisasi pemeriksa fakta.
Tak hanya itu saja, Google juga menambahkan bahwa fitur penanda "fact check" dihadirkan kepada pengguna sehingga lebih bijak menanggapi berita tertentu sekalipun semua informasi yang ada di laman pencarian tida tersedia.
Sosial Media terpopuler, Facebook juga tengah bekerja keras untuk mengidentifikasi berita palsu melalui komunitas dan organisasi pengecek faktanya.
Pada awal minggu ini, Facebook juga mengatakan bahwa sudah merilis sebuah tool edukasi yang mampu membantu orang untuk mengecek berita palsu dan telah digunakan di 14 negara, salah satunya di negara Amerika Serikat.
Bagaimana menurut Anda, apakah ini adalah langkah yang baik? Berikan komentarnya di kolom komentar yang tersedia dibawah.
Hal ini dibuktikan dengan adanya pengumuman mengenai trik terbarunya dalam memerangi atau melawan banyaknya berita palsu yang beredar di dunia maya, umumnya di Google Search dan Sosial Media termasuk Facebook.
Pada hari ini, Google tengah membuat sebuah penanda tertentu yang diberi nama "Fact Check" dan tersedia di laman Google News yang tidak hanya di negara U.S saja tapi untuk semua bahasa termasuk Indonesia tentunya.
For the first time, when you conduct a search on Google that returns an authoritative result containing fact checks for one or more public claims, you will see that information clearly on the search results page. The snippet will display information on the claim, who made the claim, and the fact check of that particular claim.
Penanda berita palsu oleh Google ini akan otomatis mengenali mana artikel yang menyediakan konten valid yang akan dicek langsung oleh pembuat berita dan organisasi pemeriksa fakta.
Even though differing conclusions may be presented, we think it’s still helpful for people to understand the degree of consensus around a particular claim and have clear information on which sources agree. As we make fact checks more visible in Search results, we believe people will have an easier time reviewing and assessing these fact checks, and making their own informed opinions.
Tak hanya itu saja, Google juga menambahkan bahwa fitur penanda "fact check" dihadirkan kepada pengguna sehingga lebih bijak menanggapi berita tertentu sekalipun semua informasi yang ada di laman pencarian tida tersedia.
Sosial Media terpopuler, Facebook juga tengah bekerja keras untuk mengidentifikasi berita palsu melalui komunitas dan organisasi pengecek faktanya.
Pada awal minggu ini, Facebook juga mengatakan bahwa sudah merilis sebuah tool edukasi yang mampu membantu orang untuk mengecek berita palsu dan telah digunakan di 14 negara, salah satunya di negara Amerika Serikat.
Bagaimana menurut Anda, apakah ini adalah langkah yang baik? Berikan komentarnya di kolom komentar yang tersedia dibawah.


